Pengalaman Mengikuti Acara Pembukaan Festival Literasi Cilinaya 2025 Kab. Lombok Utara

 

 Festival Literasi Cilinaya 2025 (Dok. Pribadi)

Selamat pagi sahabat bloger di mana pun berada. 

Pagi ini saya saya ingin bercerita bagaimana pengalaman saya mengikuti acra Festival Literasi Cilinaya 2025 yang di adakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Utara pada 26 November 2025.

Acara ini dihadiri berbagai bacam kalangan. Di antaranya adalah Pejabat Sekertaris Daerah, Kapolres Lombok Utara, Pem. Kab. Lombok Utara, Tokoh Masyarakat, Guru-guru dari berbagai sekolah, dan siswa/siswi berbagai SMP dan SMA di Lombok Utara.

Acara diawali dengan peneganalan literasi budaya dengan pementasan Gendang Beleq oleh Siswa-siswi SMAN 1Gangga. 


Pada acara inti dari kegiatan ini Kepala Dinas dan Kearsipan Kab. Lombok Utara memberikan sambutan hangat serta apresiasi dari kegiatan tersebut. 

Sambutan Kepala Dinas dan Kearsipan Kab. Lombok utara

Acara festival ini diselenggarakan sebagai momen yang bisa menyadarkan masyarakat kab. Lombok Utara tentang pentingnya mengenal literasi secara luas. Karena, selama ini sebagian dari masyarakat hanya memandang literasi itu sebatas membaca dan menulis. 

Acara ini juga dapat membangkitkan kecintaan masyarakat pada budaya membaca itu sendiri. 

Sebagai peserta yang hadir. Saya merasa sangat termotivasi dengan adanya kegiatan ini. Dari awal kegiatan saya mendapatkan sebuah pembelajaran baru bahwa literasi adalah hal yang penting yang harus digali lebih dalam. 

Dengan kesadaran tentang pentingnya literasi kita lebih mencintai diri sendiri dan juga lingkungan sekitar. Karena begitu banyak bentuk literasi yang seharusnya kita pahami dan terus dilestarikan. Salah satunya yaitu literasi budaya. 

Pada kegiatan ini juga dilanjutkan dengan acara bedah buku Tidak Ada Siswa Bodoh. 

Pada agenda ini. Sebagai orangtua saya juga disadarkan bahwa pendidikan bukanlah hanya sebatas tanggung jawab sekolah dan guru. Akan tetapi, pendidikan itu merupakan tanggung jawab bersama. 

Buku yang di tulis oleh Mazhar, M.Pd dengan judul Tidak Ada Siswa Bodoh bisa dijadikan rujukan sebagai bahan bacaan untuk guru dan juga orangtua. Agar lebih sadar lagi tentang hakikat pendidikan itu sendiri. 

Di mana banyak dari pada orangtua saat ini memberikan tanggungbjawab penuh terhadap sekolah dan juga guru terkait pendidikan putra putrinya. Padahal orangtua sendiri merupakan faktor utama perkembangan pendidikan anak-anak bangsa.


Posting Komentar untuk "Pengalaman Mengikuti Acara Pembukaan Festival Literasi Cilinaya 2025 Kab. Lombok Utara"